IUCN conservation status. Least Concern [2021].
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Family Gekkonidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
Otoritas penamaan: (Stejneger, 1902) (1902)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Dipublikasikan dalam: Stejneger, L. Ptychozoon kuhli, a new name for P. homalocephalum.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-77.8% vs 2025
Cicak Terbang (Gekko kuhli) termasuk dalam famili Gekkonidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 312 kali di Indonesia, tersebar di 18 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1846.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 54 catatan (17.3% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Gekko kuhli menunjukkan penurunan signifikan (-78%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1846.
Catatan deskriptif tentang Gekko kuhli dari sumber literatur primer (via GBIF).
IUCN conservation status. Least Concern [2021].
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Kuhl’s Gliding Gecko (Figure 13 B)
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Gekko kuhli dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Lacerta homalocephala | Creveldt, 1809 | SYNONYM |
| Ptychozoon kuhli | Stejneger, 1902 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jawa Barat | 54 | 17.3% |
| 2 | Jawa Tengah | 30 | 9.6% |
| 3 | Bengkulu | 29 | 9.3% |
| 4 | Aceh | 8 | 2.6% |
| 5 | DI Yogyakarta | 8 | 2.6% |
| 6 | Sumatera Utara | 5 | 1.6% |
| 7 | Banten | 5 | 1.6% |
| 8 | Jawa Timur | 4 | 1.3% |
| 9 | Bali | 3 | 1.0% |
| 10 | Sulawesi Barat | 3 | 1.0% |
| 11 | Sumatera Barat | 2 | 0.6% |
| 12 | Riau | 2 | 0.6% |
| 13 | Kepulauan Riau | 2 | 0.6% |
| 14 | Lampung | 1 | 0.3% |
| 15 | Kalimantan Timur | 1 | 0.3% |
| 16 | Kalimantan Utara | 1 | 0.3% |
| 17 | Sulawesi Selatan | 1 | 0.3% |
| 18 | Maluku | 1 | 0.3% |
Jumlah catatan observasi Gekko kuhli di Indonesia per tahun
Gekko kuhli
Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Cicak Terbang | Indonesia | Catalogue of Life |
| Fałdoskórkon indomalajski | pol | Catalogue of Life |
| Gliding gecko | Inggris | Catalogue of Life |
| Kuhl's Flying Gecko | Inggris | Catalogue of Life |
| Kuhls Faltengecko | Jerman | Catalogue of Life |
| Kuhl’s Parachute Gecko | Inggris | Catalogue of Life |
| Vliegende gekko | Belanda | Catalogue of Life |
| gekon létavý | ces | Catalogue of Life |
| Индо-малайский лопастехвостый геккон | rus | Catalogue of Life |
| ตุ๊กแกบินหางเรียบ | tha | Catalogue of Life |
| ตุ๊กแกบินหางแผ่น | tha | Catalogue of Life |
| Gliding Gecko | Inggris | The IUCN Red List of Threatened Species |
Berdasarkan data 312 observasi, Jawa Barat adalah provinsi dengan catatan Cicak Terbang (Gekko kuhli) terbanyak — 54 observasi (17.3% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 18 provinsi.
Catatan pertama Cicak Terbang (Gekko kuhli) di Indonesia tercatat pada tahun 1846. Hingga kini terdapat 312 catatan dari 18 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Cicak Terbang (Gekko kuhli) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Gekko kuhli dikenal dengan beberapa nama lokal: Cicak Terbang. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Gekko kuhli memiliki 2 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Lacerta homalocephala, Ptychozoon kuhli. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Gekko kuhli diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Gekkonidae, Genus Gekko. Spesies ini dideskripsikan oleh (Stejneger, 1902).
150 titik observasi Gekko kuhli di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.