Family Nymphalidae · Order Lepidoptera
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
150 titik observasi Junonia erigone di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.

Foto: Nisa | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: Cramer
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): NE Belum Dievaluasi
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-19.0% vs 2025
Northern Argus (Junonia erigone) termasuk dalam famili Nymphalidae, ordo Lepidoptera, kelas Insecta. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 362 kali di Indonesia, tersebar di 17 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1891.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 75 catatan (20.7% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Junonia erigone menunjukkan penurunan signifikan (-19%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1891.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Junonia erigone dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Precis walkeri | Butler, 1901 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jawa Barat | 75 | 20.7% |
| 2 | Nusa Tenggara Timur | 55 | 15.2% |
| 3 | Jawa Tengah | 31 | 8.6% |
| 4 | Sulawesi Tengah | 30 | 8.3% |
| 5 | Bali | 28 | 7.7% |
| 6 | Maluku | 24 | 6.6% |
| 7 |
Jumlah catatan observasi Junonia erigone di Indonesia per tahun
Junonia erigone
Foto: Nisa
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: jj
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Gerrit Alink
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: jj
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: syefros
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: marcelmp
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Jurga Motiejūnaitė
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Jurga Motiejūnaitė
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Sandy Gayasih
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Anjas Arya Bagaswara
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Anjas Arya Bagaswara
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Junonia erigone
Foto: Amirudin Agus Nursalim
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Northern Argus | Inggris | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 362 observasi, Jawa Barat adalah provinsi dengan catatan Northern Argus (Junonia erigone) terbanyak — 75 observasi (20.7% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 17 provinsi.
Catatan pertama Northern Argus (Junonia erigone) di Indonesia tercatat pada tahun 1891. Hingga kini terdapat 362 catatan dari 17 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Ya, Junonia erigone memiliki 1 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Precis walkeri. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Junonia erigone diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Insecta, Order Lepidoptera, Family Nymphalidae, Genus Junonia. Spesies ini dideskripsikan oleh Cramer.
| DKI Jakarta |
| 19 |
| 5.2% |
| 8 | Jawa Timur | 18 | 5.0% |
| 9 | DI Yogyakarta | 12 | 3.3% |
| 10 | Nusa Tenggara Barat | 11 | 3.0% |
| 11 | Sulawesi Selatan | 6 | 1.7% |
| 12 | Lampung | 3 | 0.8% |
| 13 | Papua Barat | 3 | 0.8% |
| 14 | Kepulauan Riau | 1 | 0.3% |
| 15 | Banten | 1 | 0.3% |
| 16 | Sulawesi Utara | 1 | 0.3% |
| 17 | Papua | 1 | 0.3% |