Habitat dependence. Accidental — Adults only. Immature stages were usually found in algae-filled streams, ground pools, ponds, rock pools, rice fields and seepages.
Sumber: Mosquitoes in crabholes: A hidden realm of culicid diversity in India
Family Culicidae · Order Diptera
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Dawah, Hassan A.;Abdullah, Mohammed A.;Ahmad, Syed Kamran;Turner, James;Azari-Hamidian, Shahyad
Otoritas penamaan: Giles, 1901 (1901)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): NE Belum Dievaluasi
Dipublikasikan dalam: Giles, G.M. 1901. A plea for the collective investigation of Indian Culicidae, with suggestions as to moot points for enquiry, and a prodromus of species known to the author. J. Bombay nat. Hist. Soc. 13: 592-610
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+100.0% vs 1980
Culex bitaeniorhynchus (Culex bitaeniorhynchus) termasuk dalam famili Culicidae, ordo Diptera, kelas Insecta. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 1.224 kali di Indonesia, tersebar di 22 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1917.
Jawa Tengah merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 388 catatan (31.7% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Culex bitaeniorhynchus menunjukkan peningkatan signifikan (+100%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1917.
Catatan deskriptif tentang Culex bitaeniorhynchus dari sumber literatur primer (via GBIF).
Habitat dependence. Accidental — Adults only. Immature stages were usually found in algae-filled streams, ground pools, ponds, rock pools, rice fields and seepages.
Sumber: Mosquitoes in crabholes: A hidden realm of culicid diversity in India
Distribution. Karnataka: Kundapur District — Rajadi bridge. Mangrove.
Sumber: Mosquitoes in crabholes: A hidden realm of culicid diversity in India
Distribution. This species is found in the Afrotropical, Australasian, Oriental and Palaearctic Regions (Azari-Hamidian et al. 2019). In the Middle East and North Africa, it occurs in Iran, Saudi Arabia, United Arab Emirates and Yemen (Lewis 1956; White 1980; Harbach 1985, 1988; Abdoon 2004; Irish et al. 2016; Tantely et al. 2016, 2017; Azari-Hamadian et al. 2019; Camp et al. 2019; Gunathilaka 2018; Maquart et al. 2021; Wilkerson et al. 2021). It was recorded for the first time in Saudi Arabia by Abdoon (2004).
Sumber: An overview of the mosquitoes of Saudi Arabia (Diptera: Culicidae), with updated keys to the adult females
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Culex bitaeniorhynchus dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Culex karatsuensis | Mochizuki, 1913 | SYNONYM |
| Culicelsa abdominalis | Taylor, 1913 | SYNONYM |
| Grabhamia taeniarostris | Theobald, 1907 | SYNONYM |
| Taeniorhynchus ager | Giles, 1901 | SYNONYM |
| Taeniorhynchus ocellata | Theobald, 1907 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jawa Tengah | 388 | 31.7% |
| 2 | Jawa Barat | 351 | 28.7% |
| 3 | DKI Jakarta | 166 | 13.6% |
| 4 | Sumatera Utara | 71 | 5.8% |
| 5 | Aceh | 66 | 5.4% |
| 6 | Sulawesi Tengah | 44 | 3.6% |
| 7 | Kalimantan Timur | 19 | 1.6% |
| 8 | Jawa Timur | 15 | 1.2% |
| 9 | Sumatera Barat | 13 | 1.1% |
| 10 | Bengkulu | 10 | 0.8% |
| 11 | Sulawesi Selatan | 8 | 0.7% |
| 12 | Nusa Tenggara Timur | 7 | 0.6% |
| 13 | Sulawesi Tenggara | 5 | 0.4% |
| 14 | Maluku | 5 | 0.4% |
| 15 | Sulawesi Utara | 3 | 0.2% |
| 16 | Papua Barat | 3 | 0.2% |
| 17 | Riau | 2 | 0.2% |
| 18 | Jambi | 2 | 0.2% |
| 19 | Banten | 1 | 0.1% |
| 20 | Kalimantan Selatan | 1 | 0.1% |
| 21 | Sulawesi Barat | 1 | 0.1% |
| 22 | Papua | 1 | 0.1% |
Jumlah catatan observasi Culex bitaeniorhynchus di Indonesia per tahun
Culex bitaeniorhynchus
Foto: Dawah, Hassan A.;Abdullah, Mohammed A.;Ahmad, Syed Kamran;Turner, James;Azari-Hamidian, Shahyad
Berdasarkan data 1.224 observasi, Jawa Tengah adalah provinsi dengan catatan Culex bitaeniorhynchus (Culex bitaeniorhynchus) terbanyak — 388 observasi (31.7% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 22 provinsi.
Catatan pertama Culex bitaeniorhynchus (Culex bitaeniorhynchus) di Indonesia tercatat pada tahun 1917. Hingga kini terdapat 1.224 catatan dari 22 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Ya, Culex bitaeniorhynchus memiliki 5 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Culex karatsuensis, Culicelsa abdominalis, Grabhamia taeniarostris. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Culex bitaeniorhynchus diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Insecta, Order Diptera, Family Culicidae, Genus Culex. Spesies ini dideskripsikan oleh Giles, 1901.
150 titik observasi Culex bitaeniorhynchus di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.