Family Convolvulaceae · Order Solanales
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
Foto: Wood, John R. I.;Munoz-Rodriguez, Pablo;Williams, Bethany R. M.;Scotland, Robert W.
Status taksonomi: ACCEPTED
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+52.4% vs 2024
kangkong (Ipomoea aquatica) termasuk dalam famili Convolvulaceae, ordo Solanales, kelas Magnoliopsida. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 445 kali di Indonesia, tersebar di 24 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1802.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 27 catatan (6.1% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Data distribusi yang ditampilkan di halaman ini merepresentasikan akumulasi catatan observasi dari berbagai sumber, termasuk survei lapangan oleh peneliti profesional, koleksi museum dan herbarium, serta kontribusi dari komunitas pengamat alam melalui platform citizen science. Penting untuk diingat bahwa pola persebaran yang terlihat mungkin dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah, sehingga tidak selalu mencerminkan persebaran alami spesies secara utuh. Tren temporal menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah catatan observasi, yang dapat dipengaruhi oleh perubahan intensitas survei, peningkatan partisipasi citizen science, atau perubahan kondisi habitat.
Memahami distribusi dan status populasi Ipomoea aquatica sangat penting untuk upaya konservasi di Indonesia. Data observasi seperti yang ditampilkan di halaman ini membantu para peneliti dan pembuat kebijakan dalam mengidentifikasi habitat kritis, memantau perubahan populasi dari waktu ke waktu, dan merancang strategi perlindungan yang tepat sasaran. Dengan persebaran di 24 provinsi, kangkong memiliki jangkauan geografis yang relatif luas di Indonesia, meskipun kepadatan observasi dapat bervariasi signifikan antarwilayah.
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jawa Barat | 27 | 6.1% |
| 2 | DI Yogyakarta | 20 | 4.5% |
| 3 | Bali | 16 | 3.6% |
| 4 | Jawa Tengah | 14 | 3.1% |
| 5 | Papua | 12 | 2.7% |
| 6 | Sumatera Barat | 8 | 1.8% |
| 7 | Jawa Timur | 8 | 1.8% |
| 8 | Nusa Tenggara Barat | 6 | 1.3% |
| 9 | Kalimantan Timur | 6 | 1.3% |
| 10 | Aceh | 4 | 0.9% |
| 11 | DKI Jakarta | 4 | 0.9% |
| 12 | Sulawesi Tengah | 4 | 0.9% |
| 13 | Sumatera Utara | 3 | 0.7% |
| 14 | Banten | 3 | 0.7% |
| 15 | Nusa Tenggara Timur | 3 | 0.7% |
| 16 | Sulawesi Selatan | 3 | 0.7% |
| 17 | Lampung | 2 | 0.4% |
| 18 | Kalimantan Selatan | 2 | 0.4% |
| 19 | Papua Barat | 2 | 0.4% |
| 20 | Riau | 1 | 0.2% |
| 21 | Sulawesi Utara | 1 | 0.2% |
| 22 | Maluku Utara | 1 | 0.2% |
| 23 | Papua Tengah | 1 | 0.2% |
| 24 | Papua Barat Daya | 1 | 0.2% |
Jumlah catatan observasi Ipomoea aquatica di Indonesia per tahun
Ipomoea aquatica
Foto: Wood, John R. I.;Munoz-Rodriguez, Pablo;Williams, Bethany R. M.;Scotland, Robert W.
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Chinese water-spinach | Inggris | Catalogue of Life |
| Chinese water-spinach | - | NCBI Taxonomy |
| Chinese waterspinach | Inggris | Integrated Taxonomic Information System (ITIS) |
| Chinese waterspinach | - | Global Invasive Species Database |
| Ipomée aquatique | Prancis | TAXREF |
| Ipomée aquatique, Liseron d'eau | Prancis | TAXREF |
| Kalmi | Inggris | Saidabad Water Treatment Plant Project, Phase III |
| Sumpfkohl | Jerman | GRIN Taxonomy |
| Swamp morning-glory | Inggris | Global Register of Introduced and Invasive Species - United States (Contiguous) (ver.2.0, 2022) |
| Wasserspinat | Jerman | Catalogue of Life |
| Water spinach, River spinach, Water morning glory, Water convolvulus | Inggris | TAXREF |
| akankong | - | Global Invasive Species Database |
| aquatic morning glory | - | Global Invasive Species Database |
| aseri | - | Global Invasive Species Database |
| campainha-d'água | Portugis | Flora e Funga do Brasil - Lista Oficial |
| cancon | - | Global Invasive Species Database |
| cancon | Portugis | GRIN Taxonomy |
| corriola-d'água | Portugis | Catalogue of Life |
| espinaca acuática | Spanyol | Catalogue of Life |
| kang kong | - | Global Invasive Species Database |
kangkong (Ipomoea aquatica) telah tercatat di 24 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan catatan terbanyak adalah Jawa Barat dengan 27 observasi. Distribusi ini berdasarkan data observasi yang tercatat dan mungkin tidak mencerminkan persebaran alami secara lengkap.
Terdapat 445 catatan observasi kangkong (Ipomoea aquatica) di Indonesia berdasarkan data yang tercatat. Catatan pertama tercatat pada tahun 1802. Data ini berasal dari berbagai sumber termasuk museum, survei lapangan, dan platform citizen science seperti iNaturalist.
kangkong memiliki nama ilmiah Ipomoea aquatica. Klasifikasi lengkapnya: Kingdom Plantae, Phylum Tracheophyta, Class Magnoliopsida, Order Solanales, Family Convolvulaceae, Genus Ipomoea.
150 titik observasi Ipomoea aquatica di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.